Tips Buat Kamu Yang Gap Year

Tips Buat Kamu Yang Gap Year

Katrinaforcongress – Apa itu tahun jeda? Jadi siapa sobat Smart yang masih suka bertanya tentang gap year? Tahun jeda adalah waktu ketika seseorang beristirahat dari sekolah untuk bekerja, bepergian, atau menjadi sukarelawan. Waktu istirahat ini biasanya terjadi setelah lulus SMA (SMA / sederajat) dan sebelum kuliah.

Definisi tahun cuti panjang

Tentu saja, beberapa dari kita terus bertanya-tanya, “Apa itu tahun jeda?” Bukan hanya istilah yang terdengar aneh, konsepnya masih tergolong baru dalam budaya kita.

Seperti disebutkan di atas, tahun jeda adalah saat seseorang mengambil waktu istirahat dari sekolah untuk bekerja, bepergian, atau melakukan pekerjaan sukarela atau kerja sukarela. Waktu istirahat ini biasanya terjadi setelah lulus SMA (SMA / sederajat) dan sebelum kuliah.

Konsep istirahat ini lahir di Jerman sebelum Perang Dunia Pertama. Kaum muda Jerman menggunakan pengalaman tahun jeda sebagai proses pendewasaan saat mereka bepergian ke seluruh Eropa. Bisnis travel ini terus berkembang selama beberapa dekade berikutnya, menyebar ke banyak negara lain di dunia, termasuk Amerika Serikat, Afrika Selatan, dan Selandia Baru.

Tahun jeda di Indonesia

Fenomena gap year di Indonesia memang belum sepopuler di Amerika Serikat misalnya. Menurut psikolog Sayidah Aulia ul Haque, M.Psi., Hal itu antara lain disebabkan oleh stigma perusahaan. Masih ada keyakinan kuat bahwa mereka yang memilih tahun jeda tidak masuk universitas negeri.

Selain itu, beberapa orang tua menganggap yang terbaik adalah yang tercepat, bahkan dalam hal prestasi akademis. Kalau bisa masuk tahun ini, kenapa harus menunda kuliah?

Tips untuk tahun jeda yang sukses

Sayangnya, berbagai keuntungan yang disebutkan di atas tidak bisa kita nikmati tanpa adanya perencanaan gap year yang baik. Dalam hal ini, tahun jeda tidak termasuk masa istirahat kuliah yang wajib kamu ambil karena tidak lolos seleksi kampus negeri sobat.

Lantas apa saja tips sukses gap year dan manfaatnya yang maksimal untuk kita? Nah ini dia tips sukses gap year sob.

1. Sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing

Meskipun terdengar mengejutkan, tidak semua orang membutuhkan tahun jeda, lho! Jika Anda tidak merasa lelah selama sekolah, mengapa kita memiliki tahun jeda dari perguruan tinggi? Dalam situasi seperti ini, kita akan benar-benar kehilangan semangat belajar setelah sekian lama tanpa PR dan jadwal kelas dengan guru.

Tapi sekali lagi, tahun jeda sangat penting bagi mereka yang mengalami kelelahan di sekolah. Di sisi lain, cuti panjang menjadi waktu yang sangat dibutuhkan untuk mengembalikan semangat belajar. Jadi bukan sekedar masalah mengikuti fenomena gap year, sob!

2. Didesain dengan tanda yang jelas

Sekali lagi, tahun jeda tidak sama dengan menunda universitas; Selain itu, jika Anda menunda kuliah, Anda gagal dalam seleksi masuk kampus negeri. Tidak juga, deh!

Sebaliknya, kita perlu merencanakan tahun jeda. Yang termasuk dalam perencanaan gap year Anda adalah apa yang akan dilakukan, seperti pelajaran atau kursus apa, mempelajari keterampilan apa, bahkan program persiapan UTBK. Dengan kata lain, tahun jeda dari perguruan tinggi bukan berarti waktu istirahat dan relaksasi.

3. Dapatkan dukungan dari orang tua

Tahun jeda bukanlah keputusan yang bisa kita buat sendiri. Selalu lakukan yang terbaik untuk berbicara dengan orang tuamu. Perlu diingat bahwa orang tua kita belum tentu mengetahui atau memahami konsep atau fenomena tahun jeda. Semakin banyak orang tua yang tidak terbiasa dengan tahun gap memahami, semakin besar kemungkinan mereka untuk menolaknya.

Itulah mengapa penting bagi kami untuk memperkenalkan konsep tahun jeda terlebih dahulu. Hanya dengan begitu kita dapat berbicara di halaman yang sama.

Dukungan orang tua penting agar semua agenda yang akan kita kerjakan selama gap year terlaksana dengan baik. Dukungan orang tua selama tahun jeda universitas juga berarti lebih banyak waktu untuk membahas karir alternatif dan pilihan universitas.

Juga dikenal sebagai tahun jeda, tahun jeda masih belum terlalu populer di Indonesia. Selain itu, tidak mudah untuk mengubah stigma perusahaan yang ada. Jadi, jika kamu berencana mengambil cuti kuliah, jangan menyerah untuk mendapatkan dukungan orang tuamu secepatnya!

Singkatnya, tahun cuti panjang bisa bermanfaat. Tetapi apakah Anda ingin berapa untung? Atau apakah itu gagal? Jawabannya terserah sobat Academia Indonesia.